Panasnya Api Tak Sepanas Asmara

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Young Lion from Tidar

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Indahnya Dunia Antara Semerbak Bunga-bunga

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Bicaralah dalam Kesendirian dan Dengarkan Suara Langit

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Api Tak Selamanya Membaka, Tapi Bisa Juga Menghangatkan Sukma

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 12 November 2012

MAKNA SUATU DISANA

Penuh asa dan rasa
Yang dulu tak pernah ada
Sungguh tak sama sekali
Dari Mataharinya
    Bulannya
        Anginnya
            Airnya
                Hatinya
                    Jantungnya, dan.........
                                                        Rasanya!!!!!


Pada ini, disini......
Bulan telah penuh di hati sang dewa
    Berlian lebih berkilau
        Dan darah di atas tungku bergolak
            Dan sang pemimpi melambung
                Dan asa terukir di dinding-dinding langit
                    Menembus batas sukma.......


Kata rasa begitu sulit dimengerti
Yang ada menjadi tak ada
Yang tiada terasa ada, sungguh.....
Tak bisa juga diukir dengan kata-kata
Apalagi sang pelukis dengan kain kanvasnya
Mata
    Hati
        Jiwa
                Rasa
 ( Menjadi ada dimana-mana )

MERPATI DI KEBISUAN MALAM

Semua terlihat tak aneh
Ombak di tengah laut mengalun berirama
Burung camar masih terbang rendah di atas kapal nelayan
Dan beribu gunung sejak dulu masih saja merenung





Tanpa kata
    Bintang bercanda
        Bulan tersenyum
            Bunga merekah
        Gagak mengakak
    Sepasang merpati mengangguk
Sepakat terbang bersama

Meski batu terlihat batu
Dan pohon tampak pohon

Ada ombak siap tepis karang
Ada matahari panas membakar
Juga magma bergolak dalam ketidaknampakan

Sepasang merpati mengangguk-angguk




BUNGA LESTARI DI UJUNG PANJER


Saat pertama mekar
Si lebah kecil terbang berputar
Menari
    Menukik
        Berguling
            Bahkan bak badut
                                            ( yang kehilangan arah........ )

Eh......
Aroma kembang tak disangkal
Tersenyum, terlena
Menyebarkan buaian hati bagi sang anak

Dan angin memang bergerak
Dan biarkan saja
Menghempaskan yang dirajutnya, sendiri!

Dari ujung panjer, mengintip
“Jemari ini terlalu kaku”
Manis madu milik-nya saja!


 Penulis by Layudhanko

Minggu, 11 November 2012

PERJALANA PULANG



Tanpa sengaja meminta, dia berikan
Disimpannya nama bulan
Entah mana yang ada bergerak
Yang begitu tampak adalah hasrat
 
    Dengan seribu ketidakmengertian
    Dicoba dan nyata terbalas, pagi itu
    Berat.....kaku....juga mengapa
    Hanya tentang Dia, sang Tuhannya!

Di pagi yang memang tak sama
Dentuman meriam menggetarkan
Memijarkan lampu-lampu pinggir jalan
Mengantar kepulangan jiwanya


Jumat, 09 November 2012

Sekuntum Cempaka Sedang Mekar


Ditaman sari desa tumangkar
Kelopaknya indah tersenyum segar
Kan kupetik cempaka itu
untuk kubawa tidur malam nanti


Ku buka daun jendela
dan terbentang malam yang indah
di hiasi chandra kartika
Di bulan Waisya ini
Sepuluh kali aku melewati pintu rumahmu
yang masih rapat terkunci dari dalam
Kapan kau buka
Wahai sang dewi puspa

sekalipun aku tau pintu rumahmu terkunci
aku akan mengetuk nya berulang kali
angin yang menghembus bumi menjadi saksi
penyesalan dwipangga menyentuh kedasar hati


Nari Ratih…………………..!
Kau adalah sebongkah batu karang
Tapi aku adalah angin yang sabar dan setia
Sampai langit di atas terbelah dua
Aku akan membelai namamu bagaikan bunga

hujan sore ini turun dengan sedihnya
tanpa angin tanpa pelangi
apakah itu pertanda harapanku akan sia sia
kulewati malam yang dingin ini dengan gemetar
sambil terus mengenang wajahmu...
nari ratih........

Aku berkelana mencari cinta
ke desa-desa yang jauh
Akhirnya di candi walandit
kupuaskan dahagaku

Selasa, 06 November 2012

BALADA PRIA LUSUH


Pria itu setengah umur
Keriput wajah rambut keperakan
Berharap, Matahari tak mengerti
Berjalan di tengah padang senja nan gersang
Cari-cari dan sribu tanya, tak mengerti!

    Dengan sangkur yang begitu akrab
    Pagi seperti rengekan si kecil
    Siang berpaling dengan baju kumal
    Malamnya mata beringas

Dalam ketidakpengertiannya
Ketuk dimana-mana, akhir jalan.....
Sebongkah hati dalam keputusan

    Lama berjalan dan semua terlupa
    Sekedar perputar ikuti masa

Layar tersibak tabir terungkap
Mutiara yang hilang
Tak lagi!

                                                                                                                        Layudhanko
Kembanglimus, 24-07-2011

LAPORAN OJL - LANDUNG YUDYANDOKO


Materi       :   Laporan OJL
Penyusun   :   LANDUNG YUDYANDOKO



Berkas Laporan OJL - DOWNLOAD


Materi      :   Lampiran OJL
Penyusun  :   LANDUNG YUDYANDOKO



Berkas Lampiran OJL - DOWNLOAD


Materi      :  OJL LANDUNG YUDYANDOKO - POWER POINT
Penyusun  :   LANDUNG YUDYANDOKO



Berkas OJL - Power Point - DOWNLOAD

Demikian arsib document ini saya publikasikan, mudah-mudahan dapat menjadi bahan referensi bagi yang membutuhkan, dan bagi saya pribadi artikel ini sebagai media penyimpanan / arsib di Internet.


tertanda
admin blog