Rabu, 14 November 2012

JAKA LELANA SANG PECINTA SEJATI


Wajah murung menatap celah waktu
Kulit hitam legam terbakar Matahari
Badan kecil menegak tegar
Dada kerempengnya berkata :
    “Aku pecinta sejati
     Yang selalu mengagungkan nama cinta
     Cintaku seputih salju
     Sesuci embun
     Semurni logam mulia
Tapi......
Juga  semerah darah
Sekeras baja
Bahkan sepanas Matahari”

Tatapan ini adalah tatapan cinta
Kata-kata ini adalah kata-kata cinta
Pikiran di dada dipenuhi dengan makna cinta
Desah nafas ini....adalah desah cinta
Belaian ini juga belaian cinta
( seluruh jiwa dan tubuh hanya untuk satu kata........)

Dengan segala yang ada di Bumi
Ia menatap Rembulan
    Menggandeng para bintang
        Membelai pucuk-pucuk nyiur
            Mengucap mesra si tubuh angin
                Luluh dalam kepasrahan..........
            Mengagungkan nama cinta
        Mendewakan beningnya kasih
    Menerbangkan ke awang
Menembus nirwana
Mungkin sebagai penari hati

                                                                                                                        By: Layudhanko
Kembanglimus, 25-08-2011

0 komentar:

Poskan Komentar