Rabu, 14 November 2012

KEMBALI BERULANG DALAM SEBUAH MUSIM


Hangat musim panas masih sangat terasa
Melekat erat dalam dada
Di tiap tapak langkah
Bergerak antara puing yang dibangunnya sendiri


Bersama kerelaan dan keyakinan akan suatu misteri
Panjang jalan yang tertempuh

Tak terdengar rintihan sekecil debu
Dan nyanyian sang penyamar berlalu
Dan musim panas kembali berulang

Satuka dua tiga sungai dalam genggaman penyair
Pantul dan biaskan  nyanyian jiwa
Sambut musim panas kembali berulang


                                                                                                                              By Layudhanko
Borobudur, 28-08-2011

0 komentar:

Poskan Komentar